Saturday, August 11, 2012

0 Kemenakertrans Janji Bantu Tentukan Kepastian Nasib Ratusan Buruh

Jakarta Ratusan buruh yang didominasi kaum perempuan menggeruduk Kemenakertrans. Mereka meminta agar pihak kementerian membantu menentukan nasibnya yang tidak jelas di perusahaan. Setelah berdiskusi lebih dari 3 jam, buruh mendapat janji itu.

Menurut Ketua Serikat Buruh Gabungan Tekstil dan Sandang, Kokom, pihak Kemenakertrans melalui Ditjen Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) , Sahat Sinurat, berjanji membuat surat rekomendasi. Dengan surat rekomendasi itu, maka nasib 1.300 buruh yang mengaku nasibnya digantung oleh sebuah perusahaan di Tangerang akan menjadi jelas.

"Di dalam masih dibuat surat rekomendasi. Katanya kalau nggak Jumat ya Senin dari pihak Kemenakertans akan langsung ke Tangerang, untuk langsung berdiskusi dengan perusahaan. Lalu menentukan nasib kita semua," ucap Kokom di kantor Kemenakertrans, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (9/8/2012) petang.

Sementara itu menurut Burhan, anggota Gerakan Serikat Buruh Indonesia (GSBI), surat rekomendasi tersebut ditujukan untuk Dinas Tenaga Kerja Kota Tangerang. Disnaker diminta membantu segera mencairkan THR dan upah para buruh.

"Pihak Kemenakertrans juga sepakat untuk membentuk tim khusus. Tim itu akan mulai bekerja Senin. Kemenakertrans sudah menetapkan 6 orang sebagai anggota tim tersebut," terang Burhan.

Hingga kini para buruh masih menunggu surat rekomendasi tersebut. Dengan janji tersebut, para buruh lebih semangat berorasi dan meneriakkan yel-yel, "Hidup buruh!".

Para buruh ini berdemo sejak siang. Seorang orator, Mujiatun, mengatakan ada 1.300 buruh di tempatnya bekerja dilarang bekerja tapi juga tidak dipecat. Mereka tidak mendapat kejelasan status, karena itu mereka 'mengadu' ke Kemenakertrans. Peristiwa itu berlangsung sejak 18 Juli 2012.

"Mereka menganggap kita mesin uang. Mereka juga menganggap kita telah mengundurkan diri. Namun itu hanya keputusan manajemen saja. Kalau Menteri Muhaimin Iskandar tidak merespons kita, sama saja menciptakan pengangguran yang lebih besar," ucap Mujiatun berapi-api.

0 comments:

Post a Comment

 

Buku Harian Buruh Copyright © 2012 - |- Template created by Natshuko - |- Powered by Blogger Templates