Jakarta
Ratusan buruh yang didominasi kaum perempuan menggeruduk
Kemenakertrans. Mereka meminta agar pihak kementerian membantu
menentukan nasibnya yang tidak jelas di perusahaan. Setelah berdiskusi
lebih dari 3 jam, buruh mendapat janji itu.
Menurut Ketua Serikat
Buruh Gabungan Tekstil dan Sandang, Kokom, pihak Kemenakertrans melalui
Ditjen Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) , Sahat Sinurat, berjanji
membuat surat rekomendasi. Dengan surat rekomendasi itu, maka nasib
1.300 buruh yang mengaku nasibnya digantung oleh sebuah perusahaan di
Tangerang akan menjadi jelas.
"Di dalam masih dibuat surat
rekomendasi. Katanya kalau nggak Jumat ya Senin dari pihak Kemenakertans
akan langsung ke Tangerang, untuk langsung berdiskusi dengan
perusahaan. Lalu menentukan nasib kita semua," ucap Kokom di kantor
Kemenakertrans, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (9/8/2012) petang.
Sementara
itu menurut Burhan, anggota Gerakan Serikat Buruh Indonesia (GSBI),
surat rekomendasi tersebut ditujukan untuk Dinas Tenaga Kerja Kota
Tangerang. Disnaker diminta membantu segera mencairkan THR dan upah para
buruh.
"Pihak Kemenakertrans juga sepakat untuk membentuk tim
khusus. Tim itu akan mulai bekerja Senin. Kemenakertrans sudah
menetapkan 6 orang sebagai anggota tim tersebut," terang Burhan.
Hingga
kini para buruh masih menunggu surat rekomendasi tersebut. Dengan janji
tersebut, para buruh lebih semangat berorasi dan meneriakkan yel-yel,
"Hidup buruh!".
Para buruh ini berdemo sejak siang. Seorang
orator, Mujiatun, mengatakan ada 1.300 buruh di tempatnya bekerja
dilarang bekerja tapi juga tidak dipecat. Mereka tidak mendapat
kejelasan status, karena itu mereka 'mengadu' ke Kemenakertrans.
Peristiwa itu berlangsung sejak 18 Juli 2012.
"Mereka menganggap
kita mesin uang. Mereka juga menganggap kita telah mengundurkan diri.
Namun itu hanya keputusan manajemen saja. Kalau Menteri Muhaimin
Iskandar tidak merespons kita, sama saja menciptakan pengangguran yang
lebih besar," ucap Mujiatun berapi-api.
Saturday, August 11, 2012
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment